Cohesity Cyber Resilience hadir sebagai jawaban atas meningkatnya ancaman serangan siber destruktif yang seringkali menyebabkan kehilangan pendapatan, denda regulasi, hingga kerusakan reputasi bisnis. Solusi ini dirancang untuk mengatasi celah ketahanan siber dengan mengintegrasikan perlindungan data, deteksi ancaman, dan pemulihan cepat dalam satu ekosistem yang terpadu, sehingga organisasi tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu bangkit kembali dengan cepat setelah terjadi insiden.

Pendekatan utama solusi ini berpusat pada framework ‘5 Steps of Cyber Resilience’ yang memandu organisasi mulai dari tahap persiapan hingga pemulihan total. Dengan memanfaatkan Data Security Posture Management (DSPM), Cohesity mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data sensitif yang tersembunyi di berbagai lingkungan cloud, SaaS, maupun on-premises. Sistem ini memastikan seluruh beban kerja terlindungi dan memiliki titik pemulihan yang aman, sehingga risiko kehilangan data dapat diminimalisir secara signifikan.

Implementasi solusi ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan postur keamanan yang lebih kokoh dan pengurangan risiko operasional. Dengan otomatisasi alur kerja pemulihan dan kemampuan deteksi dini melalui pemindaian data backup, organisasi dapat menghindari ‘doom loop’ atau siklus infeksi berulang saat proses restore. Hasil akhirnya adalah efisiensi waktu pemulihan (RTO) yang lebih cepat dan jaminan keberlangsungan bisnis di tengah lanskap ancaman ransomware yang terus berevolusi.

Fitur Utama

Mengapa Cohesity Cyber Resilience?

Berbeda dengan solusi backup tradisional yang hanya fokus pada penyimpanan data, Cohesity mengintegrasikan keamanan data dengan ketahanan operasional secara menyeluruh. Keunggulan kompetitifnya terletak pada kemampuan untuk mendeteksi ancaman langsung di dalam data backup—area yang sering diabaikan oleh alat keamanan produksi—serta penyediaan framework pemulihan yang terstruktur melalui definisi Minimum Viable Company (MVC). Hal ini memastikan bahwa saat terjadi serangan, organisasi tidak melakukan improvisasi yang berisiko, melainkan mengeksekusi jalur pemulihan yang telah tervalidasi dan terotomatisasi.

Untuk Siapa?

Chief Information Security Officer (CISO), IT Infrastructure Manager, dan Security Operations Center (SOC) Team pada perusahaan skala enterprise atau organisasi dengan infrastruktur data kompleks.

Cocok Untuk

Scroll to Top